Tata Cara Shalat – Doa Iftitah

Orang yang shalat disunatkan membaca doa iftitah atau istiftah (pembuka shalat) setelah takbiratul-ihram. Doa tersebut disunatkan untuk dibaca , baik dalam shalat sunat maupun shalat fardhu, baik shalat sambil berdiri bagi yang sehat, maupun sambil duduk bagi yang sakit. Tetapi doa tersebut tidak disunatkan pada shalat jenazah, karena tidak ada hadis yang mengungkapkannya.

Disebutkan dalam hadist dari  Sayyidina Abu  Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. diam sebentar antara takbiratul-ihram dan membaca al-fatihah. Abu Hurairah mengatakan, “Demi ayah dan ibuku, wahai Rasulullah, engkau diam antara takbir dan membaca (Alquran: al-Fatihah), lalu apa yang engkau baca?” Beliau menjawab, “Aku membaca:

Ya Allah, jauhkanlah jarak antara aku dan dosa-dosaku, seperti engkau telah menjauhkan jarak antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari segala dosa seperti bersihnya baju putih dari kotoran. Ya Allah, cucilah segala dosaku dengan air salju dan es (air dingin)

H.R. Al-Bukhari (II:227 dalam al-Fath al-Bari)

H.R. Imam Muslim  (I: 419 no. 598)

Doa lainnya yang diriwayatkan dan diamalkan oleh Imam ‘Ali r.a –semoga Allah memuliakannya. Menurutnya, “Ketika Rasulullah mendirikat shalat, beliau mengucapkan :

Suatu permasalahan

Imam Nawawi — semoga allah merahmatinya– mengatakan, “Jika orang yang melakukan shalat tidak membaca doa iftitah baik karena lupa maupun disengaja, lalu ia mulai membaca ta’awwudz, maka ia tidak perlu kembali lagi untuk membacanya, karena kesempatannya telah hilang, dan tidak perlu diulangi pada rakaat berikutnya. Jika ia menentang sunah ini , lalu kembali dan melakukannya , shalatnya tidak batal, karena doa tersebut merupakan zikir. Ia juga tidak perlu melakukan sujud sahwi.

Permasalahan lain

Dalil mengenai hal tersebut adalah hadis Mu’awiyah bin al-Hikam as-Silmi. Ia mengatakan bahwa Rasulullahsaw. bersabda, “Sesungguhnya shalat kita ini tidak boleh dicampuri sedikitpun oleh perkataan manusia. Shalat itu hanya berisikan takbir, tasbih dan bacaan Alquran. Dengan demikian seseorang tidak boleh memutuskan shalat untuk menjawab panggilan ibu sekalipun. Sebab kita tidak boleh taat kepada seorang mahluk pun jika untuk bermaksiat kepada khaliq. Demikian menurut pendapat  as-Suyuthi

About these ads

2 Responses to Tata Cara Shalat – Doa Iftitah

  1. Samsul mengatakan:

    minta izin copy. dah lama mencari baru ketemu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: