Keuangan Syariah dan keuangan kapitalis

Krisis Finansial Global saat ini diyakini oleh beberapa orang adalah yang terburuk dalam sepanjang sejarah. Krisis ini berawal dari kegagalan pengelolaan kredit perumahan (suprime mortgage) negara Amerika, belum menunjukan adanya tanda-tanda perbaikan meskipun pemerintah Amerika sendiri telah mengeluarkan program-program untuk menyelamatkan  pasar keuangan AS.

Permasalahan ini tidak terlepas dari kegagalan pelaku bisnis dalam mengelola resiko kredit. Ambruknya lembaga keuangan raksasa AS (Lehman) telah menjadi faktor negatif dan memberi efek domino terhadap sistem keuangan dunia.

Tidak jelasnya krisis global ini akan berakhir, telah mendorong penurunan tingkat kepercayaan masyarakat dunia terhadap sistem keuangan dunia dan terus menular ke berbagai wilayah seiring dengan dampak krisis keuangan global.

Berdasarkan kajian IAEI, dalam satu abad terakhir, sekitar 20 krisis ekonomi telah terjadi di dunia akibat diterapkannya sistem ekonomi kapitalis atau dengan kata lain, setiap 5 tahun kita akan mengalami krisis ekonomi yang berulang.

Dalam sistem kapitalis ini, pelaku ekonomi dibebaskan untuk melakukan spekulasi. Timbulnya krisis ini menunjukkan rapuhnya sistem ekonomi kapitalis. Kejadian ini seharusnya bisa menjadi momentum untuk kebangkitan sistem ekonomi syariah di dunia. Hal ini dapat dibuktikan bahwa dalam berbagai krisis keuangan, lembaga keuangan syariah menjadi lembaga yang paling sedikit terkena dampak krisis.

Sistem kapitalis memberikan kebebasan kepada sektor swasta untuk bergerak sebebas-bebasnya dalam mengembangkan perekonomiannya, sehingga diharapkan laju pertumbuhan ekonomi suatu negara akan dapat terus dicapai dengan baik.

Jika kita memperhatikan perjalanan sejarah ekonomi kapitalisme, maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa sistem ekonomi kapitalis hanya akan menciptakan keadaan ekonomi yang setiap saat akan meletus.

Industri Keuangan Syariah

Alasan mengapa sistem ekonomi syariah adalah alternatif solusi atas krisis global adalah Sistem ekonomi syarial selalu berlandaskan keadilan, kemanfaatan, keseimbangan, ke universlan. selain itu sistem ekonomi syariah adalah halal sehingga menjamin kesejahteraan dunia dan akhirat.

Prinsip dari sistem ekonomi Syariah adalah larangan riba dalam berbagai bentuk. Dengan sistem bagi hasil, lembaga keuangan dapat menciptakan iklim investasi yang stabil dan sehat karena semua pihak dapat saling berbagi, baik berupa keuntungan maupun resiko yang timbul.

Sistem syariah menentang beberapa unsur antara lain :

  • Maysir : mempunyai arti spekulasi atau perjudian.
  • Gharar : sitasi dimana terjadi ketidakpastian diantara kedua belah pihak yang bertransaksi.
  • Riba : tambahan-tambahan yang masuk syarat dalam transaksi tanpa adanya padanan yang dibenarkan dalam syariah atas penambahan tersebut.
  • Bathil : tidak boleh mengandung unsur haram, baik dalam bentuk transaksinya, maupun objek yang ditransaksikannya.

Hal lain yang harus diperhatikan dalam perbankan syariah adalah sistem keuangan syariah hanya boleh menyalurkan pembiayaan ke sektor riil, bila memang ada aset yang dijadikan dasar transaksinya.

Sistem keuangan berbasis syariah mensyaratkan untuk mengambil keuantungan hanya dari investasi yang dilakukan secara etis dan bertanggung jawab dari sisi sosial. Sistem ekonomi syariah dilarang mengambil keuantungan dari  sistem riba,  seperti sistem bunga yang diterapkan oleh bankk-bank konvensional, dan melarang mengambil keuantungan dari investasi-investasi yang tidak sesuai dengan syariah seperti industri rokok, peternakan babi, bisnis hiburan, dan lainnya.

Sudah saatnya kita menggunakan sistem keuangan syariah untuk mengembangkan kehidupan yang lebih baik dan terhindar dari krisis yang terjadi, Sistem keuangan syariah dapat menjadi solusi atas krisis keuangan global.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: