Tata Cara Shalat – Cara Membaca Bacaan Shalat

Abdullah bin Sakbarrah (seorang tabi’in) mengatakan, “Aku bertanya kepada Khabbab, ‘ Apakah Rasulullah saw. membaca surah setelah al-Fatihah pada rakaat pertama shalat Zhuhur dan Ashar?’ Ia menjawab, ‘Ya.’ Aku bertanya lagi, ‘Bagaimana kalian mengetahui hal itu?’ Ia menjawab, ‘Terlihat dari guncangan (gerakan) janggutnya.’ (H.R. Al-Bukhari II: 244 dalam al-Fath), (al-Baihaqi II:54)

Al-Hafiz al-Baihaqi dalam Sunan-nya mengatakan, ” Hadis itu menjadi dalil bahwa kita harus menggerakan lidah ketika membaca bacaan dalam shalat.

Para imam dari empat mazhab berpendapat bahwa menggerkan lidah dengan bacaan itu wajib. Menurut mereka, bacaan shalat itu tidak cukup diucapkan dalam hati saja tanpa dilafalkan. para imam dari empat mazhab menetapkan hal itu sesuai dengan kesimpulan hukum yang mereka dapatkan dari kebiasaan. Semoga Allah meridhoi mereka semua.

Berkenaan dengan masalah ini , Imam al-Ghazali dalam al-Ihya’ (I:278) mengatakan bahwa al-qira’ah (membaca) itu semacam pencampuran suara dengan huruf-huruf, dan itu harus disertai dengan suara. Paling tidak, harus terdengar oleh diri sendiri, jika tidak terdengar oleh dirinya sendiri, maka tidak sah shalatnya.

Sehubungan dengan itu, Imam asy-Syafi’i–semoga Allah merhamatinya– mengatakan dalam al-Umm (I:88) bahwa bacaan harus terdengan oleh dirinya dan oleh orang disampingnya, tidak boleh melebihi orang yang disampingnya yang paling dekat (Lihat al-Majmu’, III:295)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: