Tata Cara Shalat – Membaca Alfatihah

Rukun shalat yang keempat adalah membaca al-Fatihah pada setiap rakaat, baik untuk imam maupun makmum. Demikian pula yang munfarid (sendirian). Membaca al-Fatihah tidak jatuh kewajibannya, kecuali bagi mamkum yang mendapatkan imamnya sedang rukuk. Dalam kondisi seperti itu ia telah dianggap mendapatkan satu rakaat meski belum membaca al-Fatihah. Hal ini sesuai dengan ijmak para ulama . Demikian dikutip Ibn al-Munzir dalam kitabnya al-Awsath (III : 115). Ia mengatakan, jumhur ulama sepakat bahwa makmum yang mendapati imam sedang rukuk , lalu ia rukuk bersamanya , maka ia dinilai telah mendapatkan rakaat tersebut dan telah membaca al-Fatihah.

Adapun dalil wajibnya membaca al-Fatihah bagi imam dan bagi yang melakukan shalat munfarid, adalah sabda Rasulullah saw., “Tidak ada shalat yang sah bagi orang yang tidak membaca al-Fatihah” (H.R. Al-Bukhari II:238; Imam Muslim I:295; al-Fath al-Bari II:241)

Diriwayatkan dari Sayyidina Anas bin Malik r.a. bahwa Rasulullah saw. melakukan shalat dengan para sahabatnya . Setwlah selesai shalat , beliaw saw. menghadap kepada mereka lalu bersabda, “Apakah kalian membaca Alquran dalam shalat kaliandibelakang imam, padahal imam sedang membaca?” mereka terdiam. Beliau saw. menanyakan hal itu sampai tiga kali. Lalu beberpa orang menjawab, “Ya.” belau saw. bersabda , “Jangan kalian lakukan lagi. Hendaklah salah seorang diantara kalian membaca Fatihah al-Kitab didalam dirinya”. (H.r. Ibn Hibban dakam shahihnya  V:162)

Diriwayatkan dari Sayyidina Yazid bin Syuraik, “Aku pernah bertanya kepada umar mengenai membaca Alquran dibelakang imam . Ia menyuruhku membaca al-Fatihah. Aku bertanya. “Engkau bagaimana?”. Ia berkata “Aku juga sama.” Aku bertanya lagi, “Apakah hal itu dilakukan ketika shalat jahar?”, Ia menjawab “Ya”. (H.R Ad-Daruquthni dalm as-Sunan I:317)

Berdasarkan beberapa hadist tersebut , jelaslah bahwa makmum wajib membaca al-Fatihah dibelakang imam, baik dalam shalat jahar maupun shalat sirr. Jika makmum tidak mebaca al-Fatihah dibelakang imam, baik dalam shalat jahar maupun shalat sirr, maka tidak sah shalatnya. Hal ini disandarkan kepada beberpa hadist shahih , antara lain sabda Rasullullah saw. yang sangat tegas, “Tidaklah cukup suatu shalat yang didalamnya tidak dibaca al-Fatihah.”. Hadis tersebut seperti telah dikemukakan, adalah hadis shahih.

Sesungguhnya , jika shalat yang dilakukan seseorang bertentangan dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw., khususnya adalah salah satu rukun yang tidak terpenuhi, maka shalatnya tidak sah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: